pesantren sunnah malang

Tarbiyah Dalam Momen Eid

Tarbiyah Dalam Momen Eid
Oleh:
Ustadz Thoriq Abdul Aziz At-Tamimi, Lc., M.A.

Alangkah indahnya momen yang spesial dan seru ini bagi anak-anak. Bagaimana tidak; baju baru, hadiah uang (angpao) dari kerabat kanan kiri, senyum dan tawa lepas bersama dan lain-lain. Pun bagi orang dewasa, ia merupakan saat bahagia; silaturahim, berjumpa dengan keluarga maupun teman karib nan lama, berkumpul dengan orang-orang tercinta usai kesibukan dunia yang memisahkan ataupun merenggangkan hubungan mereka.

Ada beberapa makna tarbiyah dalam Eid yang harus kita ketahui lalu dipetik, kemudian disampaikan pada anak-anak kita maupun saudara yang belum tahu sebelum dan ketika hari-hari Eid, antara lain;

Pertama: Kita informasikan kepada anak-anak sebelum tiba Eid agar mereka semangat menunggu-nunggu hari itu dan menyambutnya. Juga agar mereka suka cita dalam membantu meringankan kerja ortu dalam bersih-bersih rumah, menata perabot, membuat kue, membagikan zakat fitrah dan sebagainya.

Kedua: Kita upayakan memberi wangi-wangian pada kamar, berbagai ruangan rumah maupun baju anggota keluarga, baik dengan parfum maupun dupa dan lain-lain, karena ini bagian dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketiga: Kita ajarkan hukum-hukum fikih ringkas berkaitan dengan Eid. Misal; anjuran mandi besar, berbuka dengan memakan beberapa butir kurma di Idul Fitri dan menahan diri (puasa singkat sampai usai salat) di Idul Adha. Juga larangan berpuasa di dua momen besar Islam tsb. Begitu pula tata cara salat Eid yang ditambah beberapa takbir di rakaat pertama dan kedua sebelum imam membaca Al-Fatihah dan lain-lain.

Keempat: Kita tambah kegembiraan anak-anak dengan memberi mereka uang spesial hari raya (angpao) sebelum orang lain mendahului kita. Karena tak bisa dipungkiri, ini salah satu hal yang mereka nantikan. Tetapi jangan berhenti di situ, kita ajak dialog sekaligus mengarahkan mereka untuk membagi hasil rezeki melimpah hari itu menjadi tiga;

  1. Sepertiga untuk jajan beberapa hari ke depan.
  2. Sepertiga untuk ditabung.
  3. Sepertiga untuk memberi sedekah kepada fakir miskin yang membutuhkan.

Dengan demikian momen Eid juga mengandung muatan pelajaran sedekah dan ekonomi praktis.

Kelima: Eid dalam Islam datang sesudah ibadah yang berat dan melelahkan. Idul Fitri tiba usai melaksanakan puasa dan salat malam sebulan suntuk. Idul adha datang sesudah manasik haji. Kedua Eid juga datang sesudah pelaksanaan dua rukun Islam nan agung; puasa dan haji. Hal ini mengandung makna agung, bahwa gembira usai melakukan ibadah itu juga berpahala. Mengaitkan Eid dengan kesuksesan dan pencapaian target ibadah itu mengandung nilai-nilai tarbiyah.

Keenam: Islam adalah agama yang sesuai fitrah, sedang manusia suka tawa dan canda serta selingan (positif) dalam hidup. Namun tambahannya bahwa kegembiraan itu datang setelah mewujudkan kesuksesan, mencapai target, tujuan besar atau mewujudkan impian. Oleh karena itu, kita umumnya gembira ketika lulus ujian sekolah atau kuliah, ketika dapat awal pekerjaan, saat menikah dan sebagainya, karena hal itu terwujud biasanya usai perjuangan. Gembira tidak perlu mewah juga bukan buang-buang waktu, tetapi itu salah satu kebutuhan dan fitrah yang harus dipenuhi.

Ketujuh: Kebersamaan Dan persatuan (Ukhuwah Islamiyah) itu salah satu unsur penting dalam kehidupan muslim. Saat pelaksanaan salat Eid, anak-anak tentu melihat banyak orang bersamanya. Di situlah saat yang tepat untuk kita tanamkan pada jiwa mereka kecintaan terhadap sesama muslim. Bisikkan pada mereka bahwa, kita sedikit dan kecil bila sendirian, tetapi kita besar, banyak dan kuat dengan saudara-saudara seiman.
Wallahu A’la wa A’lam.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.